Translate into: EnglishAfrikaansالعربيةБългарскиCatalàČeskyCymraegDanskDeutschΕλληνικά EspañolEsperantoفارسیFrançaisHrvatskiBahasa IndonesiaÍslenskaItalianoעבריתLatina한국어MagyarBahasa MelayuNederlands日本語Norsk (Bokmål)PolskiPortuguês (brasileiro)RomânăРусскийSlovenščinaSrpskiSvenskaSuomiTagalogไทยTürkçeУкраїнська中文 / 漢語


Si Kakek menceritakan pengalamannya hidupnya kepada Si Bapak, bagaimana sewaktu kecil hidup menderita di zaman penjajahan Belanda, beranjak dewasa kurang sandang kurang makan di zaman Jepang, dan berjuang untuk kemerdekaan negara melawan penjajah. Meskipun diceritakan berulang kali, cerita itu selesai tak berkesan setelah diucapkan. Si Bapak bercerita kepada Si Anak, bagaimana susahnya hidup Si Bapak sebagai kanak-kanak pada zaman Jepang, dan berjuang mengentaskan dirinya dari penderitaan melalui zaman Orla dan Orba.

  Continue Reading »

Popularity: 2% [?]

“Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan manusia melawan lupa”.

 

Kalimat lugas itu diucapkan tokoh Mirek dalam novel kontroversial The Book of Laughter and Forgetting yang ditulis Milan Kundera, seorang novelis, buruh, dan musisi jazz asal Ceko. Kundera juga menulis pembantaian berdarah di Bangladesh dengan cepat menutupi kenangan akan invasi Rusia atas Ceko, pembunuhan Allende mengurangi rintihan Bangladesh, perang di Padang Pasir Sinai membuat orang melupakan Allende, pembantaian bangsa Kamboja membuat orang melupakan Sinai, dan seterusnya dan seterusnya, hingga akhirnya setiap orang membiarkan segala sesuatunya terlupakan.

  Continue Reading »

Popularity: 10% [?]

From: Masim “Vavai” Sugianto <vavai@vavai.com>
Subject: Salam Kenal dan Salam Hormat
To: sbrata@yahoo.com
Date: Tuesday, August 12, 2008, 1:43 PM
th Pak Suparto Brata,
 
Menyesal sekali saya baru bisa berkenalan dengan bapak 
melalui email saat saya membaca buku bapak, “Kerajaan Raminem”.
 
Mellaui Teyi yang trengginas dan lincah, saya bisa menyelami 
perkehidupan dan pola pikir masyarakat Jawa, paling tidak untuk 
memahami isteri saya yang kelahiran Jawa.
 
Sebelum buku ini saya sudah pernah membaca buku bapak, Saksi Mata.
Jika tidak ada halangan, saya berharap bisa berkunjung ketempat bapak
atau berjumpa dengan bapak jika bapak ada jadwal kegiatan.
 
Terima kasih untuk pesan-pesan moral yang bapak sampaikan, 
bagaimana agama dimaknai dan bagaimana kita semestinya 
menyikapi hidup. Saya membayangkan, orang yang hendak bunuh diri 
kalau mau menyempatkan diri membaca buku bapak niscaya akan mengurungkan 
niatnya.
 
Really appreciated. Kalau bapak ada datang ke Jakarta atau 
ke Bekasi, silakan main ke rumah ya pak. Bapak bisa hubungi saya 
di 0818 48xxxx atau telp rumah : 021 881xxxx
 
Best Regards,
Masim “Vavai” Sugianto

Popularity: 13% [?]

Hallo pak Parto Broto, tepangaken jeneng kulo Eddy, kula alumni sastra jawa sebelas maret surakarta. Kalasemanten kula saged lulus, jalaran ugi novel pak Parto, Pethite Nyi Blorong. Wah kalarumiyin kula kesemsem banget novel detektif pak Parto je. pokoknya gila abis. Sayang pak Parto, ijasah kula niku boten saged kangge pados damelan, kula belot pados damelan boten wonten gandeng cenenge kaliyan sastra jawa. Sameniko pedamelan kula wonten Galeri Nasional Indonesia wonten Jakarta, malah urusane kaliyan lukisan. Nanging kula kinten nggih boten beda tebih kok kaliyan sastra jawa masalahe.
Nanging boten sah kuwatir, aliran darah sastra jawa tetap wonten kok, buktine kula tesih seneng maca novel sastra jawa. Malah kula bungah sanget nemoni situse suparto broto. Keren juga pak semangate, bungkuse sastra jawa wis ora ndesani banget. Suwe2 jeleh juga mbukaki majalah sastra jawa, erane saiki wis internet je.
Wah yen ngeten mbok kula nyuwun informasi utawa dikirimi novel sastra jawa, mengke kula tumbas lah.

salam
Eddy

 

Tanggapan untuk Mas Eddy Susilo. Terima kasih atas perhatiannya dan masih ingin membacai buku-buku bahasa Jawa. Sekalian saya mau mengabarkan, tahun 2008 ini saya sedang memproses penerbitan tiga buku bahasa Jawa seri Detektip Handaka, yaitu  Tretes Tintrim, Garuda Putih, Kunarpa Tan Bisa Kandha. Tiap judul buku saya tambahi tulisan yang mempropagandakan orang untuk menikmati buku bacaan bahasa Jawa. Saya pikir itu perlu terutama untuk para pembaca buku bahasa Jawa. Nah, pada buku Kunarpa Tan Bisa Kandha, saya selipi tulisan Mas Eddy Susilo, mengutip dari SKRIPSI Mas Eddy Susilo pada Kesimpulan dan Saran (halaman 218 – 222). Waktu saya mau mengirimkan kutipan itu ke percetakan, saya sudah mencoba mencari alamat Mas Eddy, salah satunya menghubungi Mas Kelik, yang katanya sering hubungan dengan Mas Eddy, mau minta izin mengutip Kesimpulan dan Saran tadi. Keburu harus memenuhi jadwal terbit (2008), dan setahu juga oleh Mas Kelik, maka saya beranikan mengutip itu pada buku yang mau terbit tadi. Maka dengan kemunculan Mas Eddy ini saya mengabarkan sekalian hal itu. Semoga Mas iklas mengizinkan kutipan itu muncul di buku saya. 

Menggemari maupun mengarang buku bahasa Jawa, tentulah tidak bertujuan khusus untuk memperoleh pekerjaan di bidang sastra Jawa. Bahkan saya pun yang sudah jatuh-bangun  menggeluti sastra Jawa, keuntungan SATAK (financial) masih susah tercapai (baca blogspot saya menumbuhkembangan bahasa dan sastra Jawa). Oleh karena itu, kalau keahlian (sarjana) Mas Eddy menguasai sastra Jawa tidak bisa digunakan untuk menghidupi Mas Eddy, janganlah berkecil hati. Banyak temannya. Banyak sarjana suatu bidang, akhirnya harus bekerja memakmurkan dirinya di luar bidang keahliannya itu. Maafkan, kalau sastra Jawa maupun kecakapan bicara bahasa Jawa tidak bisa memakmurkan kehidupan para penggemar dan para ahlinya. Tetapi saya masih punya tekad, bertutur bahasa Jawa, membaca buku dan menulis buku bahasa (sastra) Jawa, masih bermanfaat bagi kelestarian/pengembangan dan kebanggaan budaya bangsa, mempertahankan identitas bangsa dari kelenyapannya digilas globalisasi bahasa/budaya dunia. Maka saya usahakan terus kehadiran buku sastra Jawa di dunia. Begitulah.

Popularity: 15% [?]

Seminar Sehari

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAHDINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANTAMAN BUDAYA JAWA TENGAH

Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta 57126 

Seminar Sehari Sastra JawaDan Launching Antologi Geguritan SenthongTanggal 13 Juli 2008, Jam 09.00 – selesai*Peranan Masyarakat, Institusi Pendidikan dan Kebudayaan, Dan Media Massadalam menumbuhkembangkan Kehidupan Sastra Jawaoleh: Suparto Brata 

 

I. BAHASA JAWA

Oleh panitia pada seminar ini saya diminta untuk memapar-uraikan (tema) menumbuhkembangkan Kehidupan Sastra Jawa. Sastra adalah bahasa lisan yang ditulis. Sastra Jawa adalah bahasa Jawa lisan yang ditulis. Oleh karena itu sebelum menginjak ke sastra Jawa, saya coba menguraikan keadaan bahasa Jawa yang dituturkan orang saat ini, apa kendalanya dan apa politik bahasa (dukungan dan tidaknya) pemerintah

Indonesia terhadap bahasa-bahasa daerah (Jawa). Continue Reading »

Popularity: 23% [?]

Dari Pandu Ganesa

Untuk teman-teman penggemar karya Suparta Brata dan ingin tahu bukan hanya wajah beliau tapi juga suara dan pendapat pak Parta, silakan ihat penampilan beliau di: http://www.youtube.com/watch?v=smbrryQ3twc

Selamat menyaksikan.

gono

Popularity: 24% [?]

Email

Sungguh amat berkesan ketika pertama kali membaca buku karangan bapak yang berjudul “Aurora sang pengantin”. Buku tersebut kebetulan dipinjami oleh kenalan saya Mahesa Winardi (mungkin terdengar familiar bagi bapak?). Pada buku ini, saya dibuat terkagum - kagum atas penyelidikan yang dilakukan oleh Aurora dan peristiwa pembunuhan yang terjadi. Continue Reading »

Popularity: 33% [?]

Trem

Seminggu yang lalu saya mendapat email dari PR Oriental Bangkok, yang akan menerbitkan buku kumpulan cerita dari para pengarang pemenang S.E.A Write. Sebagai pemenang, saya juga diharapkan ikut mengirimkan cerita saya untuk dimuat dalam anthology tersebut. Permintaannya segera saya penuhi, cerita pendek saya yang saya kirimkan adalah cerita bahasa Jawa subdialek

Surabaya. Agar cerita itu tidak saja diumumkan (diterbitkan) dari S.E.A Write (Thailand, Bangkok) dan dinikmati oleh yang mendapat buku anthology tersebut, maka saya pasang di website saya, agar pengunjungnya juga bisa membaca/menikmati cerita saya tadi. Silakan.

Continue Reading »

Popularity: 35% [?]

ORIENTASI NILAI BUDAYA WANITA JAWA MODERN

DALAM NOVEL KELUWARGA PEJUWANG

KARYA SUPARTO BRATA

 

 

Oleh: Toha Machsum, M.Ag

(peneliti pada Balai Bahasa Surabaya)

A. Pendahuluan

Novel Keluwarga Pejuwang merupakan salah satu dari karya-karya sastrawan ternama Jawa Timur Suparto Brata yang baru, ditulis pada tahun 2001 dan pernah dimuat dalam majalah “Panjebar Semangat” No. 9, tanggal 2 Maret 2002 sampai No. 27, tanggal 6 Juli 2002 (Machsum, 2003 ; 2). Dalam novel itu, Suparto Brata menampilkan tokoh-tokoh wanita yang ulet berwawasan luas. Wanita yang diinginkannya adalah wanita mandiri khas Jawa, yakni berpendidikan, bekerja, berkeluwarga, dan bertindak tanduk halus, tidak meninggalkan sifat khas Jawa. Continue Reading »

Popularity: 51% [?]

Suparto Brata Omnibus
SUPARTO BRATA’S OMNIBUS, (584 kaca, rega Rp 70.000,00).
Roman telu dadi siji: Astirin Mbalela, Clemang-Clemong, Bekasi Remeng-remeng. Ditambah oncek-oncekan bab novel-novel kuwi dening Darni Ragil Suparlan, dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah, FBS Unesa Surabaya. Astirin Mbalela: Perjuwangane wanita mudha tumaruna aran Astirin anggone ngranggeh gegayuhane minangka wanita kang ora mung pasrah marang kungkungane budaya lan kahanan, nanging ndarbeni kekuwatan lan jatidhiri. Crita iki ora mung isine wae kang mentes, bungkuse kang dumadi saka paraga, alur, lan latar, uga ginarap kanthi mateng. Clemang-Clemong: Kang nambahi ngese carita iki anane tembung-tembung kang ngemu teges erotis. Kaya ta ‘aku seneng karo susune Mbak Jujur’. Nanging rinasa ora porno, amarga dibungkus kanthi permati. Bekasi Remeng-remeng: Iki crita genre detektif sing dadi kadibyane pengarange. Nanging ora nyuguhake alibi kang kuwat lan muyeg kaya modhele roman seri Detektip Handaka. Luwih wigati pangripta ngaturake wawasane prekara kalungguhane kaum wanita, para wanita kang mandhiri, lantip, uga kendel, sawijine emansipasi kang mligi Jawa. Wanita bisa mandhiri lan dikurmati dening priya, nanging uga ora perlu ninggalake titah kodrate, kaya ta ditresnani, mangun bale wisma, duwe anak, nduweni tindak-tanduk kang alus, tetep nglungguhi tata susila utawa kasusilan Jawa.

Jaring Kalamangga
JARING KALAMANGGA, (266 kaca, rega Rp 35.000,00).
Sanggar, sawenehe wakil direktur perusahakan dagang mbutuhake jurutulis kanggo kantor cabange sing ana ing Tretes, kutha cilik ing wilayah pegunungan. Dheweke ngirimake surat panggilan marang calon jurutulise sing anyar supaya gage mlebu nyambutgawe. Jurutulis anyar mau jenenge Handaka, pakaryane dadi detektif. “Sing dibutuhke niku jurutulis. Ning sing sampeyan timbali kok detektif? Enten napa?” Lan kuwi uga dadi pitakone para sing maos novel iki. Nimbali detektif mesthi ana bab kang ngenani prakara kriminal. Buku iki pancen crita genre detektif.

Emprit Abuntut Bedhug

EMPRIT ABUNTUT BEDHUG, (160 kaca, rega Rp 25.000,00).
Magerip malem Jumuwah mambu kutug, Jarot numpak sepedhah ngliwati praliman Blawuran Surabaya, srempetan karo sepedhahe cah wadon. Ana kanthonge cah wadon mau sing mencelat saka setange. Dijupuk Jarot, diulungake marang sing duwe. Nanging bocahe nampik kipa-kipa, jare kuwi dudu kanthonge. Apa isine kanthong? Jebul buntute crita perlu karo panylidikane Detektif Handaka. Crita misteri kriminal.

Dom Surup Ing Banyu

DOM SUMURUP ING BANYU, (238 kaca, rega Rp 30.000,00).
Iki crita spion Jawa, kaya dene James Bond, ora kalah muyege karo 007. Herlambang spione Walanda nlusup menyang dhaerah RI, saperlu njupuk formula kimia. Kajaba kepranggulan mungsuh uga dikancani wong ayu kenalan ing ndalan, Ngesthireni, jebul ya kanca spion. Ngesthireni sing kudu memba-memba dadi wong RI, ora kena nganggo kutang nylon, underok sutra, dilucuti dening Herlambang. Malah banjur diprawasa pisan, ben ora prawan maneh. Mengkono kurbane wong dadi spione Walanda jaman taun 1948. Apa para spion mau kasil maneni tugase? Kepriye wong RI anggone nanggulangi?

Dom Surup Ing Banyu

LELAKONE SI LAN MAN, (372 kaca, rega Rp 50.000,00).
Si pinter, nanging lelaranen. Man bodho, nanging waras. Kepengin weruh sepur, Man ngeterake goncengan pit saka ndesane. Tekan kutha, Si kumat, tumekane pati. Digawa mulih dening Man goncengan pit. Kuwi salah siji crita ing kumpulan 20 crita cekak. Para maos bisa melu jengkel marang tumindake dr Hasan, Uun, lan Marleni, upamane ing cerkak Pasien Pungkasan, utawa melu gronjalan atine nalika maos basa ragam dhialek Surabaya kang ethes, nggemesake, ing cerkake Ruwete Benang Tenun.

Pesenan tambah ongkos kirim Rp 15.000,00.

Bisa dipundhut ing:
PENERBIT NARASI,
Jl. Irian Jaya D-24 Perum. Nogotirto Elok II Yogyakarta 55292
Telepon (0274)7103084, Fax (0274)620879
Utawa:
PT. BUKU KITA,
Jl. H. Montong No. 57 RT 006/02, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta 12630
Telepon (021) 7888-3030, Fax (021)787-3446

Popularity: 47% [?]